
Masih inget si Raja dangdut Rhoma Irama? Radja dangdut yang melarang kita untuk berjualan.. Lho? Lha iya to? Lagunya aja berjudul "berdagang" yang liriknya berdagang jangan berdagang, berdagang tiada gunanya... :p
Coba lihat ketika bang haji sedang berdakwah sambil bernyanyi di gambar sebelah kiri ini... Ketika foto itu diambil, dia sedang meneriakkan "Auwo uwooooo....Aku lah Rambi si raja rimba...saingannya Rambo... Mari kawan2, jangan lupa gosok gigi sebelum makan, jangan lupa cebok sebelum beol, jangan lupa mandi sebelum tidur...."
Kalau ngomongin bang rhoma aku jadi inget si Inul...Yup..si inul ini sempet bersitegang sama bang rhoma karena si inul ga mau duet sama bang haji...lho? ga ding.hehe..Tapi gara-gara go
yangan inul yang seronok (menurut Bang Haji)... Tapi sepertinya apa yang dikabarkan oleh infotainment ga seperti kenyataannya.. Karena sebenarnya mereka(rhoma-inul) ini berkawan sangat baik. Bahkan sempet juga berfoto cukup mesra untuk cover majalah Trubus. Di samping kiri itu fotonya.
Tau kah anda mengenai kabar terakhirnya? Kalo mau tau segala hal tentang bang rhoma, jangan sungkan2 hubungi aku. Karena aku kan deket ama "beliau". Dulu sempet juga lho aku manggung bareng dia. Fotonya pas aku manggung ma dia masih kusimpen. Benernya ini rahasia, nt ndak dikira sombong. Tapi ya demi pembaca semua aku kasih liat dikit deh fotoku pas manggung ma dia.. Ini fotoku pas manggung ma Bang haji membawakan lagu Sweet Child O Mine versi dangdut.
Coba liat kedekatanku dengan Bang Haji di foto itu, jd wajar donk kl aku tau tentang kabar-kabar tebaru tentangnya.. Oke deh..sukses buat bang haji. selamat mengarungi bahtera rumah tangga ...lho?
NB: tulisan di atas hanya fiktif belaka. Jikalau ada kesamaan wajah, nama dan tempat semata-mata karena memang di sengaja.
Monday, 21 April 2008
Bang Haji Rhoma Irama Sang Raja Dangdut
Saturday, 19 April 2008
Orang cacat jadi lelucon
Tadi sore karena ga ada kerjaan aku nonton TV. Pas aku kebetulan ngubah-ngubah channel, ada acara di TPI yang bikin aku jd pengen iseng nonton. Ternyata lagi ada acara nyanyi2 yang pake dinilai juri itu..yang kayak AFI, Indonesian Idol itu lohh...Tapi kali ini khusus dangdut. Ya maklumlah, kan TPI itu singkatan dari Televisi Pedangdut Indonesia... Tontonan wajibnya bang haji rhoma. Soalnya kl bang haji ga mantengin terus acara-acara dangsut di TPI, takutnya nanti ada pedangdut yang bakal makar terhadapnya dan mau ngrebut mahkota raja dangdutnya... :P
Ok, back to the acara dangdut td...Ternyata pas aku nonton itu acara baru dimulai. Dua pembawa acara mulai cuap-cuap ga jelas gt.. Terus dilanjutkan dengan memanggil para peserta. Eh ternyata persertanya nih bukan sembarang peserta. Tapi ada yang statusnya anak tiri, anak jalanan, korban kekerasan, penyanyi kafe dan bahkan ada juga orang buta..Beberapa pesertanya ada yang masih kecil.. Ga tau ni apa maksudnya.. Konsepnya jg gmn aku kurang tau coz aku baru liat acara itu sekali itu..
Wah ambu2ne ga bagus nih..Kayaknya bukan ajang cari bakat tapi ajang cari zakat...lho? apa hubungannya..
Sampe disitu sih masih agak biasa...nah yang kebangetan tuh pas sesi pengambilan nomer urut nyanyi... Salah satu MC-nya membawa semacam toples berisi bola yang terdapat nomer urut yang nantinya diambil satu persatu oleh peserta..Jelas-jelas ada orang buta disitu sebagai pesertanya, tapi kok masih dibecandain tentang kebutaannya itu..Jadi si MC tadi menyuruh bapak buta itu mengambil urutan dengan berkata "silakan pak diambil nomer urutnya" tp toplesnya bukannya diarahin ke tangan bapaknya tapi malah di jauhin dari si bapak buta tadi buat lelucon.. Walhasil para penonton pada ketawa melihat bapak buta tadi kesusahan mencari toples yang dibawa MC cewek tadi...
Entah bapak itu buta beneran atau cuma sekedar akting, tapi menurutku itu sebuah lelucon yang kurang pantas dikeluarkan apalagi di acara yang berkelas nasional seperti itu...
Friday, 18 April 2008
Aku menulis maka aku ada...
Hehe..ngutip tema seminar tentang jurnalistik beberapa waktu lalu yang ga sengaja aku liat spanduknya di jalan. Kalau aslinya sih itu kata-katanya Rene Descartes "Aku berpikir maka aku ada".
Gara-gara aku baca artikel di suave pada edisi beberapa saat yang lalu aku jadi pengen nulis ini. Jadi ceritanya di suave itu ada artikel yang membahas hal-hal apa saja yang di tahun 2008 ini ga bakal jadi tren dan yang bakal jadi trend.
Di situ ada satu poin yang bilang bahwa blog udah ga jamannya lagi di tahun 2008. Yang ngetrend itu punya website sendiri. Karena nulis diblog ujung-ujungnya ga ada yang baca. Di situ juga ditulis kurang lebih "silakan nulis dan sapa yang akan membaca".
Hmmm....penilaian sinis yang dilontarkan pada kalimat itu sempet bikin senyumku tersungging. Bagaimana tidak? Sungguh penulis artikel itu lah yang justru ga tau mengenai hakekat menulis. Walaupun tiap orang mempunyai opini berbeda-beda mengenai motif mereka menulis. Tapi bagiku, menulis ga sekedar cm mencari pembaca sebanyak-banyaknya. Buat apa bikin website sendiri kalo di website si empunya justru bingung mau ngisi konten apa saja di websitenya.
Bagiku menulis itu lah salah satu mengungkapkan pikiran kita, ide kita, opini kita bahkan caci maki kita. Menulis membuatku serasa orang yang merdeka semerdekanya. Bahkan ga ada orang yang membaca pun tidak akan membuatku berhenti menulis walaupun tulisanku ga berisi atau hanya kubaca sendiri di kamar atau intensitasku menulis itu sangat jarang.
Dengan tulisan kita bisa menggores bahkan membunuh seseorang. Dengan tulisan pula lah kita bisa membahagiakan seseorang, minimal diri kita sendiri.
Jadi sungguh lucu kalau kita harus berhenti menulis di blog hanya karena khawatir ga ada yang baca..
Maka ga salah kalau muncul kata-kata seperti judul di atas yang tentunya diedit dari kalimat Rene Descartes. Karena memang dengan menulislah kita dapat menunjukkan eksistensi kita dan pikiran kita dengan cara yang sangat sangat sederhana.
Tuesday, 29 January 2008
Mr. Soeharto
Seru juga kl ngomongin masalah jendral yg satu ini. Apalagi setelah wafatnya beliau semakin sering aja dibahas masalah Soeharto dimana2. Baek dari masalah kesalahan, jasa sampe sejarah hidupnya
Hal yang paling sering dibcarakan yaitu masalah proses hukumnya seiiring semakin parahnya kondisi kesehatan Soeharto yang akhirnya kini benar2 sudah meninggal. Kalo menurut pendapat pribadiku sih ya tetep aja proses hukum ini harus tetap berjalan. Kalo perlu jangan masalah perdata aja yang diusut, tapi jg mslh pidana yang dilakukan Soeharto saat masih berkuasa dulu. Jangan hanya karena beliau sudah meninggal dan pernah berjasa bagi negara ini lantas kesalahan yang pernah diperbuatnya lalu dilupakan begitu saja. Tapi sayang sepertinya justru kondisi sekarang mengarah ke arah situ. Apalagi didukung media massa yang entah sadar atau tidak sadar telah membentuk sebuah opini publik untuk menghentikan proses hukum yang berjalan. Betapa tidak?
Sejak pah Harto masuk rumah sakit hingga saat meninggalnya, tak henti-hentinya media membicarakan masalah pak harto. Apalagi setelah meninggalnya beliau ini berita yang sedang gencar mengenai pak Harto adalah mengenai jasa-jasa beliau. Yah, seperti orang pada umumnya, kl sudah meninggal biasanya yang dibicarakan adalah kebaikan2nya. Tapi saat dulu masih hidup mungkin suka membicarakan kejelekan2nya…hehe
Kita ga bisa kl mau berhitung masalah besar mana antara jasa dan kesalahan Pak Harto. Yang jelas, semua jasa ada balasannya dan semua kesalahan jg ada balasannya. Itu saja.. Kita analogikan misal seorang Kyai yang sepanjang hidupnya berbuat baik tiba2 khilaf melakukan kesalahan dan pelanggaran hukum. Nah, bukan berarti hanya karena Kyai tsb suka berbuat baik dalam hidupnya lalu terbebas begitu saja ketika dia melakukan pelanggaran hukum. Masalah perbuatannya yang baik dalam kehidupan sehari-hari nanti bisa menjadi pertimbangan keringanan hukuman yg diputuskan oleh hakim.
Hal seperti itu jg harusnya bisa diaplikasikan dalam kasus Pak Harto ini. Tanpa mengesampingkan bahwa beliau jg pernah berjasa bagi bangsa ini, kalo lah beliau memang pernah melakukan kesalahan ya harus ttp dikenai sanksi. Kita ga boleh hanya menggembargemborkan jasa-jasa pak harto lalu melupakan kesalahan2nya. Kalau kita seperti itu, kita akan menjadi orang yang tolol karena hanya melihat jasa-jasanya kita lalu melupakan kesalahan2nya dan tentunya kita akan merasa bersalah kepada tokoh2 HAM dan reformis yang hilang saat kepemimpinan Soeharto termasuk jg orang2 PKI yang dibunuh atau dipenjara tanpa peradilan serta masih banyak lagi korban2 rezim Soeharto yang sampai skrg masih belum diusut kasusnya... Tapi kita juga ga boleh hanya menyalah2kan beliau tanpa melihat jasa-jasanya. Karena kalo begitu kita akan menjadi orang yang munafik, sebab diakui atau tidak kita juga pernah merasakan hasil dari kepemimpinan Pak Harto.
So...kita ttp harus seimbang dalam menyikapinya. Kita tetap ingat jasa2 beliau, tp kita jg harus ttp memperjuangkan upaya hukum dalam mengusut kejahatan2 beliau. Karena apabila kasus pak harto ini dihentikan, justru ini menjadi keutungan bagi [b]kroni2 pak harto[/b] yang menjadi parasit saat pak harto masih berkuasa dulu dan kini tak tersentuh hukum karena pengusutan difokuskan hanya kepada Soeharto.
(spti saya tulis jg di forum www.delayota.org)
Tuesday, 15 January 2008
Sinetron Dan Ibuku
Kayaknya dah ada ikatan batin deh antara ibuku dengan sinetron. yah, walopun ga semua sinteron ditonton, tp pasti ada aja sinetron yang diikutin ama ibuku tiap habis satu judul sinetron selesai ditongkrongin sampe katam...hehe..kayak ngaji aja pake katam2an segala...untung kalo dah katam satu sinetron ga perlu dirayain pake diarak naek kuda keliling desa kyk di purworejo...kl pake kayak gt kan repot...hwahahahhaha...Tapi untuk saat ini sih cm 3 sinetron aja yang disukain ibu...
Petualangan my mom dalam mengarungi imajinasi persinetronan dimulai dengan sinetron Safira...
Jam Tayang: 18.00
Kondisi mata: 100 Watt
Review: Ga tau tuh apa ceritanya..yang jelas intinya monoton..pembantu yang beruntung, terus berakhir dengan bahagia,sentosa dan damai sejahtera...Si Safira (mungkin ada hubungannya ama yang punya hotel Saphir), menamatkan diri pada bbrp hari yang lalu. Penggantinya ada ga?? Tentu saja ada..RCTI gitu loh...Rajawali Channel Tuk Ibu2...hwehhehehe....jadi, sinetron itu kudu ada... Penggantinya berjudul Mentari..Judulnya aja dah aneh, gmn crtanya? Jangan2 besok ada pula sinetron berjudul Komet, Meteor..Hwahahaha ...
Petualangan my mom berlanjut kepada si Cahaya...busyet....hweheheh....namanya aja cahaya, tp yang meranin malah berkulit gelap and ga bercahaya..hwhehehe(ga bermaksud rasis lho :p ) Sinetron yang satu ini bisa bikin ibuku terpingkal2...ga tau apa yang lucu..perasaan biasa aja. Yang bikin aku ngakak tuh cm suaranya si Cahaya gelap itu td kl dah buka suara...tampang sih metropolis..Tapi suaranya kayak orang ngomong sambil makan kismis...lho? Apa hubungannya? :p
Jam Tayang: 20.00...lho lho lho, antara jam 19.00-20.00 sinetronnya apa donk??? ga tau...Yang jelas my mom ga suka..katanya ga menarik...so, ga akan aku ulas disini...hehe...kacian deh you..
Kondisi mata:50 Watt
Review: Standar2 aja...sama yang sebelumnya...pembantu yang ujung2nya bahagia...Tapi si Aya Cahaya Aya(begitu Cahaya akrab dipanggil) ini belum mau undur diri... Masih siap untuk pasang aksi pasang gaya di depan ibuku. Jadi sampe sekarang, blm katam-katam.
And then, si Nabila Sachit(emang sakit apa, mbak?) beraksi di layar tipi yang bikin ibuku ga tidur2 padahal besok harus ngajar jam 7 pagi...
Jam Tayang: 21.00
Kondisi mata: kriyip-kriyip ngantuk...udah theklak thekluk tp tetep dipaksain demi ngliat sang Kasih yang mau nikah sama cowoknya yang diperanin pemeran di film Jomblo...ga tau namanya...au ah gelap..
Review: Pokoknya isinya orang pamer urat leher(soalnya marah2), pamer ingus(soalnya nangis2) terus pamer dengkul(?)....emang iya?
Dah...habis itu ibu beranjak ke tempat tidur. Rasa-rasanya sudah lega dan ga ada beban lagi kalo udah nyelesaiin satu paket sinetron. Kayak apa aja...
Lucu juga sih kalo ngliat ibuku dan temen2nya lagi mbahas sinetron...Kayak diskusi seminar aja...hwehehehe....
Kalo diliat-liat dari iklan-iklannya, hampir tiap stasiun TV punya ciri khas mengenai sinetronnya lho...
1. SCTV. Judulnya kebanyakan pake kata Cinta..misal, Cinta Fitri, Cinta Bunga, Cinta mati, CInta monyet, Cinta Bolpen...Lho? mksdnya tinta :p ..Tapi ga termasuk Cinta Laura lho...Cinta Laura? itu lho, artis kemaren sore yang kalo ngomong bikin ngeri anak tetanggaku...habisnya kalo lagi ngomong, bibirnya dimanyun-manyunin terus logatnya sok Britis (Bringharjo Timur Selatan)..hwahahahah...jangan2 jualan di Beringharjo tuh artis...Malah, di web sitenya radityadika si cinta laura dimasukin sebagai salah satu jenis hantu lokal yang direview ama penulis gila itu...
2. RCTI. Judulnya singkat padat dan hampir pasti nama orang. Example: Cahaya, Mutiara, Kasih, Safira, Candy, Mentari, Raam Punjabi, Gobin Punjabi...lho?
3. Indosiar. Sinetronnya kebanyakan didubbing...Masih banyak yang ceritanya mirip2 ama sinetron jaman dulu yang tokohnya ada Brama Kumbara, Mantili dll..Sukanya pake efek-efek cahaya yang maksudnya biar mirip api ato tenaga dalam..Tapi malah mirip kembang api...
4. TPI..Nah ini...Televisi Persinetronan India...hwahahahha....sinetronnya kebanyakan ada nyanyi2nya..Kayak india..maklumlah, TPI kan pioner dangdut indonesia...pantesan Pak Haji Rhoma ama istri2nya suka mantengin stasiun ini buat ngeliat perkembangan perdangdutan indonesia...sapa tau ada yang makar and menggeser posisinya dari singgasana Raja Dangdut...
5. Metro TV. Ga tau kyk apa sinetronnya. Sinyalnya aja ga kebaca ama antenaku, gmn mau ng-review..hehe
6. Trans 7 ama Trans TV. Kayaknya ga ada sinetron deh. Hmmm....brti bakal jadi stasiun yang dibenci ibu2 nih... :P
Menarik juga nulis tentang sinetron..tapi ak nulis gini bukan berarti aku suka nonton sinetron lho...Gimana mungkin cowok sepolos aku gini suka nonton sinetron.... :D Mending juga nonton Tersanjung...lho? gedubrak...waaaaaaaaaaaaa
NB: to my mom: sory tak jadiin tokoh ditulisanku yo, bu...luv u so much, mom :*
Mampukah mereka membela diri?
Kita mengatakan harimau adalah binatang buas. Singa adalah binatang buas. Dan monyet di hutan adalah binatang liar. Begitu juga binatang-binatang lain yang kita beri sebutan "buas" dan "liar". Actually, who's the real "wild" and the real "predator"?! Let's check it out....
Kita tela'ah lagi. Kenapa singa disebut buas? Apa karena dia memangsa rusa? Apa karena dia membunuh hewan lainnya dan memakannya mentah-mentah? Apakah karena mereka bertampang sangar?Mempunyai cakar untuk mencabik? Apakah karena itu?
Kita lihat juga kenapa hewan di hutan disebut "liar"? Apakah karena mereka tidak punya aturan? Apakah karena mereka bodoh? Apakah karena mereka tidak bisa diatur?
Sekarang kita lihat spesies kita. Jenis kita sendiri, yaitu manusia. Mengapa kita disebut makhluk beradab? Mengapa kita tidak disebut buas atau liar? Apa karena kira mempunya cipta, rasa dan karsa? Apa karena kita memakan berbagai makanan dalam kondisi sudah matang? Apa karena kita tidak mempunyai cakar dan gigi yang tajam? Apa karena itu semua kita lantas disebut makhluk beradab, tidak buas dan tidak liar?
Sebenarnya kalo kita mau berpikira lebih bijak, justru kita lah yang sesungguhnya menjadi makhluk yang paling berbahaya. Dengan senjata bawaan dari lahir yang ada pada manusia...Senjata berupa cipta, rasa dan karsa itu sendiri. Dengan cipta, manusia mampu membuat sesuatu yang dapat digunakan untuk memuaskan nafsunya. Dengan rasa, manusia dapat membedakan mana yang enak dan tidak enak. Mana yang indah dan tidak indah. Karena rasa itu pulalah manusia hanya akan menuruti kehendaknya untuk mendapatkan sesuatu yang enak-enak saja. Dan dengan karsa, manusia mempunyai kehendak. Kehendak yang tidak dapat dicegah oleh makhluk lain di muka bumi ini.
Apa yang bisa diperbuat beruang kutub ketika global warming melelehkan es-nya akibat ulah manusia? Apa yang bisa diperbuat monyet hutan ketika habitatnya dirampas manusia?? Tidak banyak yg diperbuat mereka....Dan yang paling sederhana saja...Apa yangbisa diperbuat ayam, sapi, kambing dan hewan-hewan lainnya ketika nyawa mereka dicabut malaikat melalui tangan sebuah makhluk "beradab" bernama MANUSIA hanya untuk memuaskan lidah dan perutnya??? Apa mereka bisa berontak? Sehebat-hebatnya pemberontakan mereka tak akan mengalahkan senjata terbaik manusia..Yaitu OTAK dan KESERAKAHAN!!!
Hakekat Pecinta Alam?
Pecinta Alam adalah orang yang menghargai alam ini dengan cara menjaganya. Pecinta alam bukan sekedar orang yang bisa/mampu mendaki tingginya gunung, menyelami dalamnya lautan, menyusuri panjangnya goa, mengarungi ganasnya jeram, atau kegiatan-kegiatan lain yang menurutku lebih cocok disebut adventure.
Pecinta alam lebih luas dari itu. Tidak harus bisa atau suka dengan kegiatan-kegiatan yang memacu adrenalin untuk menjadi seorang pecinta alam. Tapi, justru hanya dengan tindakan sepele kita bisa jauh mencintai alam. Hanya dengan tindakan sepele seperti membuang sampah pada tempatnya kita jauh lebih mencintai dan menghargai alam.
Membuang sampah pada tempatnya. Tindakan sepele yang justru mungkin sering dilanggar para "pecinta alam" ketika sedang memacu adrenalinnya di gunung, lautan, jeram, goa atau ketika berada di peradaban hiruk pikuk kota. Tindakan sepele yang justru tidak diperhatikan oleh para penjelajah bertopeng pecinta alam. Sungguh ironis. Ketika kita, dengan label seorang pecinta alam, dengan enaknya menikmati indahnya alam ini, tp kita justru melukai alam dengan meninggalkan potongan-potongan sampah yang tidak bisa diurai oleh alam. Sungguh ironis ketika kita lebih bangga saat mampu mencapai puncak suatu gunung ketimbang ketika kita memungut sampah yang kita bawa.
Tanpa bermaksud menggurui, alangkah bijaknya bila kita mulai memperhatikan saudara kita yang selama ini kita lukai. Yaitu alam. Sebelum dia pada akhirnya dia habis kesabaran sehingga marah kepada kita. Mulai dari diri kita. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
